Jalan ini jalan kita berdua.
Rindu ini rindu kita berdua.
Cahaya ini cahaya kita berdua.
Sang surya menemati sepanjang ceritanya.
Ribuan bintang menjadi saksi temuku.
Dulu,
Terlihat indah indah saja.
Dulu,
Terlihat elok dipandang dimata.
Dulu,
Kita amat sempurna.
Ketika tulang tulang telah patah.
Seketika lebur.
Anganku hancur.
Aku bukan lagi tulang rusukmu.
Hanya sebuah rumah tempat kau singgah.
Gubuk kecil tak mewah yang engkau kubur dalam dalam.
Yang kau lupakan secepat kilat.
Kini hanya tersisa serpihan.
Kenangan yang engkau pernah sematkan.
Menjadi saksi alur cerita kita
Jumat, 29 Juni 2018
Memori
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rabu 21 Desember 2022 Disisa tahun ini, just want to have fun. Sudah tidak ingin lagi melakukan hal hal berat. Sudah ingin menutup buku penc...
-
Bahan: 500 gr ikan belanak 1 sdm air jeruk lemon 1 sdt garam 5 lbr daun mangkokan diiris tipis 20 lbr daun kemangi 300 ml air Garam d...
-
Sesak berbilang ketika kau menghilang Aku melapang namun hati masih saja mengenang. Aku pasrah akan semua ini Mencoba melupakan dirimu pa...
-
Dunia adalah fana Semesta dicipta bukan untuk dinikmati saja Jika sang pencipta sudah bicara Semua akan sirna dalam kedipan mata Sama se...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar