Sering kali aku iri melihat mereka yang hidup bahagia bersama keluarga. Perpisahan mereka hanya sebentar, disaat mereka pulang sekolah mereka bisa saja melihat kedua orang tuanya. Memeluk kedua orang tuanya dengan sepuasnya. Dan kami paham kami adalah anak rantau, bertahun" berbulan",berminggu" tak bisa merasakan itu. Tak ada lagi sarapan hangat disetiap pagi, makan malam pun kami berusaha mencari sendiri.
Kami merindukan semua rutinitas dirumah. Namun kembali lagi, kami hanyalah anak rantau. Yang setiap harinya hatus serba mandiri. Terkadang ketika kami pulang kerumah kami ingin sekali rasanya merasakan sarapan pagi bersama keluarga buatan ibu tercinta, ingin sekali dimanjakan dengan kasih sayang. Bukan karena kami malas, kami hanya rindu kasih sayang kalian.
Kami memang sudah besar yang seharusnya membalas budi kedua orang tua. Namun sekali lagi kami juga butuh kasih sayang kalian. Kalau bukan kalian siapa lagi??
Jumat, 29 Juni 2018
Acuh tak acuh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rabu 21 Desember 2022 Disisa tahun ini, just want to have fun. Sudah tidak ingin lagi melakukan hal hal berat. Sudah ingin menutup buku penc...
-
Majas perbandingan 1. Metafora : perbandingan langsung. Contoh: - Engkaulah putri duyung tawananku. 2. Simile/Asosiasi : mempersamakan s...
-
Resensi adalah ulasan atau penilaian mengenai suatu karya baik itu buku,film,atau karya lain. Tugas penulis resensi adalah memberikan gamba...
-
Dari sebuah percakapan kecil aplikasi chating. Kami berdua mulai merasa nyaman. Dengan sedikit canda sebagai condimen setiap harin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar