Senin, 31 Desember 2018

Mengertilah

          Hati ku begitu lemah dengan semua yang terjadi. Berjalan penuh kesabaran yang sering kuucapkan. Tanpa memikirkan hati yang sepenuhnya menolak. Aku tak mengerti mengapa aku begitu luluh. Aku selalu meyakinkanmu bahwa aku baik baik saja dan  siap menerima semua kekuranganmu. Pekerjaan mu. Managemen waktu. Dan segala kesibukan yang kamu lakukan. Aku hanya ingin kamu merasa tenang akan kehadiranku yang tidak posesif dan mengerti apa arti kesibukan. Iya mulutku berkata seperti itu. Tapi hatiku menolak.
           Aku menahannya setiap kali ia ingin memberontak. Mengucapkan hal hal yang bisa merusak hubungan kita. Hubungan baik yang sudah kita bangun. Aku tak ingin semuanya hancur. Meski berat hari hari yang dilalui. Aku hanya butuh kabar, sehari satu pesan saja tidak masalah. Setidaknya " Aku baik baik saja".
           Jalan satu satunya. Bersabar. Aku sangat bersahabat dengannya. Tentang bagaimana menghadapi sifatmu ini. Sikapmu yang terlalu dewasa maupun yang kekanak kanakan. Tentang waktu. Ia selalu ada meskipun ditengah tengah kesibukan. Tergantung bagaimana kita memanage nya. Jujur aku kecewa. Setelah beberapa pesan singkat yang kukirimkan tidak merubah pemikiranmu. Kamu ingin aku mengerti siapa dirimu. Tapi kamu tidak?. Kamu ingin aku mengerti akan kesibukanmu kan? Aku menjalani semuanya dengan ikhlas. Tapi maaf aku memang lemah. Lemah dan khawatir jika kamu pergi dan meninggalkanku sendirian. Aku membutuhkanmu.

Kamis, 27 Desember 2018

Mimpi

          Selalu menjadi orang bodoh yang hanya mampu menuliskan segala sesuatunya melalui tulisan. Tanpa tindakan sebenarnya. Ya. Memang inilah aku dengan segala kekuranganku. Lebih memilih memendam dari pada menyampaikan. Mungkin akan terus berjalan seperti itu. Bukannya egois ataupun gengsi untuk saling mengungkapkan perasaan. Hanya saja takut menyakiti salah satu diantara mereka. Lebih percaya akan takdir Allah yang insyaAllah tebaik untukku.
          Dengan segala ujian yang harus dilalui sendirian aku tak masalah. Bagiku tidak perlu melibatkan orang lain di setiap masalah ku jika hanya membuat mereka repot dan menyusahkan mereka.
Seperti remaja remaja lainnya. Kehidupanku tak lepas dari hal percintaan. Mencintai seseorang setelah Allah dan keluargaku.Tentunya itu hal yang wajar sebagai remaja. Setelah tiga tahun berjalan dan berakhir dengan kekecewaan. Aku kembali mengenal seseorang  yang membuat ku kembali ke jati diriku sendiri. Meski perasaan takut untuk sakit hati lagi terus muncul. Justru itu membuatku kembali bangkit agar hubungan ku kali ini berjalan dengan baik dan pastinya happy ending hehe. "Pacar?" Ah tidaklah itu dilarang dalam agama. "Atau proses ta'aruf?" Belum bisa dibilang seperti itu karena ta'aruf hanya berjalan beberapa bulan sebelum menuju ke hubungan yang serius. Sedang kan aku masih mempunyai planing panjang untuk menggapai cita citaku. Sebut saja "Sahabat" Yang selalu ada disaat senang maupun susah. Saling memahami kesibukan masing masing. Walaupun kadang memberi perhatian lebih dari itu. Bagiku ini jalan yang paling nyaman.
          Meski dengan perbedaan usia yang lumayan jauh, aku merasa disitulah banyak ilmu yang bisa kuperoleh darinya. Melalui sharing yang kadang aku hanya bisa berucap iya karena aku memang belum terlalu paham sejauh itu. Dengan pengalaman yang ia dapatkan puluhan tahun itu tentu jauh berbeda dengan ku yang masih menginjak usia anak kelas 3 SMA.
          Beberapa hari ini aku selalu memikirkannya. Selalu menunggu panggilan darinya meski aku tau ia tengah sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa hari tidak ada kabar, namun kenapa ia muncul dalam tidur siangku saat itu. Didalam mimpi itu aku bertemu dengannya disebuah cafe di daerah solo yang tak jauh dari rumahnya. Bersama dengan adik atau keponakan ku itu aku duduk di sebuah cafe. Entah didalam mimpi itu aku belum benar benar yakin bahwa itu laki laki yang aku maksut. Memang beberapa hari kemarin kami selalu membicarakan tentang planing kita untuk bertemu. Namun kenapa planing itu dipercepat melalui mimpi? Tepat sebelum aku memutuskan untuk meninggalkannya. Kami bertemu di teras cafe itu sambil bersiap siap untuk pulang. Tak disangka ia menoleh kearahku, menyapa dan memanggil namaku. Senang rasanya dalam hati ia masih peduli. Mengenaliku di dunia nyata. Siang itu hujan deras. Dia mengajakku untuk kerumahnya. Seakan dirumah sendiri. Aku duduk bersamanya bercengkrama banyak hal. Tiba tiba terdengar suara perempuan memanggilku " Ayolah bangun,cepat mandi sudah sore nanti keburu dingin". Aku bangun dari tidur. Ternyata itu semua hanya mimpi. Sambil membuka pintu kamar mandi Masih terbayang suasana menyenangkan itu.
Rasanya ingin kembali tidur dan tak ingin bangun.

Rabu, 19 Desember 2018

Tidak untuk dibaca!

Maaf jika hari ini aku melampiaskannya. Bukan untuk dibaca. Hanya sebagai tempat berkeluh kesah. Tempatku menceritakan semua masalah agar hatiku kembali nyaman. Beberapa hari ini sangat gelisah rasanya. Tidak paham apa yang terjadi. Tapi aku memikirkannya lagi. Entah pertanda apa ini. Hatiku yang terlalu lemah atau aku yang suka berkeluh kesah? Aku tak tau lagi harus menceritakan kepada siapa selain pada acount bloggerku 5 tahun yang lalu. Tempat dimana aku bisa menceritakan semuanya selain kepada Tuhanku di setiap malam.
Beberapa hari ini aku merasa aneh dengan diriku sendiri. Mulai dari mood yang hancur sampai tidak memiliki nafsu makan sama sekali hanya karena perubahan sikap seseorang kepadaku. Memang aku terlalu berharap kepadanya hingga Allah kembali menegurku agar aku tak melampaui batas. Sikapnya yang dingin sore itu membuatku ingin segera mengakhiri pesan singkat yang saling kami berikan. Cuek, ketus, tanpa ekspresi bagiku sangat membosankan. Seakan aku datang untuk mengganggu. Aku paham bekerja bukanlah hal yang mudah. Terkadang menyita otak dan bisa merubah emosional seseorang hanya dalam hitungan detik. Tapi bukan berarti harus pergi dan menghindar kan? Dulu memang awal awalnya manis. Tapi seiring berjalannya waktu pasti berubah. Itu yang sering aku alami. Banyak yang bilang dan faktanya laki laki kebanyakan seperti itu. Bukan menilai semua laki laki sama. Namun faktanya tidak berbeda.
Tiga hari dengan kata yang menjajikan, namun seterusnya penuh kepalsuan. Biasanya.
Jalanku kali ini hanya bisa menunggu. Satu,dua,atau tiga bulan akan kutunggu sampi pesan singkatnya sampai lagi kepadaku. Bukannya enggan untuk mengetuk dan mengucap salam terlebih dulu, aku hanya tidak ingin mengganggu waktu dan kesibukanmu. InsyaAllah aku akan terus bersabar,dikala jarak sangat jauh memisahkan. Tapi percayalah doaku akan tetap sampai. Kudoakan kesibukanmu selalu bermanfaat dan membawamu ke pintu kesuksesan. Kesuksesan dunia dan akhirat.
Aku hanya bisa pasrah akan takdir. Keinginan ku seperti ini. Namun jika takdir berkehendak laih sudahlah aku tak peduli. Ambil saja hikmahnya. Karena takdir lebih berkuasa.
Padahal aku sudah mulai meninggalkan sifat burukku. Termasuk tidak peduki dengan laki laki lain, bahkan teman sekelas atau pun teman sekolah. Sosok yang sering aku sematkan chatnya itu mungkin tengah sibuk. Sering aku pantau kapan ia membuka pesan. Namun sering kali mengecewakan. Terkadang aku sempat melepaskan sematan itu agar aku merasa tenang. Menurutku. Tapi malah sebaliknya. Aku sibuk mencari pesan terdahulunya. Aku bingung dengan semua ini. Aneh kan? Temanku bilang ini karmaku karena aku sering kali tidak peduli dengan laki laki yang respect denganku. Karma mereka bilang? Tapi bagiku itu bukan masalah jika aku ingin menjaga jarak dengan selain mahram kan.Tetap saja penilaian buruk selalu tertuju padaku. Tapi aku ikhlas Allah itu adil.

Selasa, 18 Desember 2018

Belanak Asam Pedas

Bahan:
500 gr ikan belanak
1 sdm air jeruk lemon
1 sdt garam
5 lbr daun mangkokan diiris tipis
20 lbr daun kemangi
300 ml air
Garam dan gula

Bumbu halus :
5 bh cabai merah
6 bh bawang merah
2 siung bawang putih
5 buah kemiri sangrai
1 ruas jahe
1 ruas lengkuas

Cara membuat:
1. Rendam ikan belanak dalam air jeruj dan garan, lalu diamkan selama 25 menit.
2. Rebus air, bumbu halus, dan ikan belanak sampai mendidih. Tambahkan daun mangkokan dan daun kemangi. Bumbui garam dan gula.
3. Masak sampai ikan matang

Sup Bakso Udang

Bahan:
1 1/2 liter kaldu ayam
15 bh bakso udang
2 siung bawang putih goreng,haluskan
2 bh wortel, potong serong
2 bh tofu, potong setengah lingkaran
6 lbr sawi putih
25 gr soun, rendam dalam air
Garam
Lada
Pala bubuk

Cara membuat:
1. Rebus kaldu ayam dan bawang putih, lalu masukkan wortel hingga mendidih.
2. Setelah sedikit lunak,masukkan tofu, bakso, garam, merica, dan pala bubuk.
3. Bila sudah mendidih, tambahkan sawi putih dan soun. Masak hingga matang sajikan dalam keadaan panas.

Capcay Putih

Bahan:
1 bh wortel. Iris melintang 0,5 cm
5 lbr sawi putih,potong potong
100 gr jamur hitam, cuci, rebus
1 btg bunga tahu,rendam air panas
1 bh bawang bombay chop
100 gr bunga kol
1/4 gr dada ayam rebus,sisihkan kaldunya 250 ml dan suwir ayam setebal 2 cm
3 bh bakso ikan
4 siung bawang putih
1 sdm gula pasir
2 sdm minyak sayur
Garam secukupnya

Cara membuat:
1. Panaskan minyak sayur,tumis bawang putih hingga harum.
2. Masukkan ayam,bawang bombai,wortel,dan bakso ikan. Aduk sampai rata.
3. Beri kaldu ayam, masak sampai wortel lunak.
4. Masukkan semua sayur. Aduk hingga sayur sedikit layu.
5. Beri garan dan gula secukupnya. Aduk rata hingga matang. Sajikan hangat.

Cumi Asin Cabai Hijau

Bahan:
200 gr cumi asin,seduh air panas tiriskan
4 siung bawang putih slice
8 bh bawang merah slice
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas
10 bh cabai hijau iris serong
3 buah tomat hijau,potong potong
2 btg daun bawang iris serong
4 bh belimbing wuluh iris 1/2 cm
10 bh petai, belah jadi 2
1 sdm gula pasir
100 cc air
1/2 sdt garam
Minyak goreng untuk menggoreng dan menumis

Cara membuat:
1. Goreng cumi hingga setengah matang, angkat,tiriskan.
2. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum
3. Masukkan daun salam, lengkuas,cabai hijau,tomat hijau,daun bawang,belimbing wuluh,petai, dan gula,aduk rata, masak hingga layu.
4. Masukkan cumi yang sudah digoreng,aduk rata, lalu tambahkan air dan garam.
5. Aduk rata, masak hingga matang dan kental.
6. Angkat dan sajikan selagi hangat

Rabu 21 Desember 2022 Disisa tahun ini, just want to have fun. Sudah tidak ingin lagi melakukan hal hal berat. Sudah ingin menutup buku penc...